Survei LSI: 5 Partai di DPR Terancam Tak Punya Kursi Lagi
/data/photo/2015/03/13/09471221-0foto46780x390.JPG)
JAKARTA, KOMPAS.com - Lima partai politik lama yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat ini terancam tak lolos kembali ke parlemen pada periode selanjutnya. Hal ini diketahui berdasarkan Survei Lingkaran Survei Indonesia Januari 2018.
"PPP, Nasdem, PKS, PAN, dan Hanura istilahnya masih ngeri-ngeri sedap untuk bisa lolos parliamentary threshold 2019," kata peneliti LSI Rully Akbar, saat merilis hasil surveinya di Kantor LSI, Jakarta, Rabu (24/1/2018).
Untuk mendapatkan kursi di DPR, partai politik harus meraih minimal 4 persen suara sah nasional pada pemilu legislatif 2019 mendatang.
Namun, hasil survei itu menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan bagi PPP, Nasdem, PKS, PAN, dan Hanura. Suara partai-partai yang sudah berpengalaman di pemilu sebelumnya itu berada di bawah ambang batas.
Baca juga : Survei LSI: PDI-P dan Golkar Akan Bersaing pada Pemilu 2019
PPP mendapatkan 3,5 persen, PKS 3,8 persen, PAN 2,0 persen, dan Hanura 0,7 persen. Hanya Nasdem yang perolehan suaranya sedikit diatas ambang batas, yakni 4,2 persen.
Namun, karena margin of error survei ini 2,9 persen, maka perolehan Nasdem masih tergolong riskan untuk tak lolos ambang batas parlemen 4 persen.
"Empar persen Bukan angka yang kecil untuk partai-partai lama, untuk bisa masuk kembali ke arena," kata Rully.
Sementara, partai-partai baru dan partai lama di luar DPR juga tak ada yang berhasil melewati ambang batas.
Baca juga : Kalla Sebut Pileg dan Pilpres 2019 Akan Jadi Pemilu Terumit di Dunia
PKPI hanya memperoleh 0,2 persen, sementara PBB 0,3 persen. Kedua partai ini sudah mengikuti pemilu pada 2014 lalu, namun gagal mendapatkan kursi di DPR.
"Jika perolehan suaranya tak berubah, maka pada pemilu 2019, kedua partai ini akan bernasib sama," kata Rully.
Sementara di barisan partai baru, PSI mendapat 0,3 persen dan Perindo 3,0 persen. Menurut Rully, suara Perindo cukup tinggi karena berhasil memanfaatkan media yang dimiliki oleh ketua umumnya, Hary Tanoesoedibjo. Namun ia menilai, masih sulit bagi Perindo untuk menembus ambang batas empat persen.
"Partai-partai baru dan papan bawah terancam tak lolos ambang batas parlemen, kecuali ada isu 'big bang' (fenomena politik yang luar biasa) dan ada magnet tokoh yang kuat," kata Rully.
Survei dilakukan pada 7-14 Januari 2014 dengan responden sebanyak 1.200 orang yang dipilih berdasarkan multi stage random sampling. Wawancara tatap muka dengan responden dilakukan serentak di 34 propinsi dari tanggal 7 sampai tanggal 14 Januari 2018. Margin of error survei ini adalah plus minus 2,9 persen.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengingatkan jajarannya untuk menjaga netralitas di Pilkada tahun ini dan Pemilu 2019.
Baca Dong Selanjut nya http://nasional.kompas.com/read/2018/01/24/18073131/survei-lsi-5-partai-di-dpr-terancam-tak-punya-kursi-lagi
Comments
Post a Comment