Adu Kuat Berebut Pucuk Hanura
Perseteruan antara kubu Sudding dengan pihak OSO terus bergulir. Sejumlah DPD dan DPC berkumpul meminta DPP Hanura segera menyelenggarakan munaslub untuk mencari ketua umum setelah memecat Oesman Sapta Odang.
Untuk menguatkan niat, sebanyak 16 DPD Hanura menghadap Ketua Dewan Pembina Hanura, Wiranto. Permasalahan internal dimintanya dapat diselesaikan secara baik dengan peraturan-peraturan yang ada.
"Tadi disampaikan kawan-kawan DPD tadi hasil pertemuan mereka (dengan Wiranto), yakni selesaikan masalah ini dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Kalau sesuai mekanisme itu ya harus melalui munaslub," ujar Sudding.
Alhasil Munaslub pun digelar di Kantor DPP Partai Hanura di Cilangkap, Jakarta Timur. Dalam pertemuan itu, hadir berbagai pengurus partai dari DPD dan DPC.
"Telah hadir 27 DPD dan 401 DPC untuk tingkat cadang kabupaten-kota," ujarnya saat membuka Munaslub," kata Ketua Penyelenggara Munaslub Wisnu Dewanto, Kamis 18 Januari 2018.
Hanya satu agenda dalam Munaslub Hanura ini. Yaitu memberhentikan OSO dari posisinya sebagai Ketua Umum Partai Hanura. Proses sidang pun tidak berlangsung lama, dimulai pukul 09.20 WIB dan keputusan pemecatan OSO diambil sekitar pukul 09.30 WIB.
"Apakah hasil rapat pimpinan tentang pemberhentian Oesman Sapta Odang dapat disetujui?" tanya pimpinan sidang yang dijawab setuju oleh kader-kader Hanura.
Selain itu, dalam keputusannya, peserta Munaslub menetapkan Marsekal Madya (Purn) Daryatmo yang sebelumnya merupakan pelaksana tugas, kini menjadi ketua umum definitif.
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1836122/original/044068600_1516253098-20180118-Daryatmo-Resmi-Jadi-Ketum-Hanura-Versi-Kubu-Sudding-Tallo-5.jpg)
"Dari seluruh nama yang masuk hanya ada satu nama yang ada yaitu Marsekal (Purn) Daryatmo, maka kita tetapkan Pak Daryatmo sebagai Ketua Umum baru. Setuju?" tanya Ketua Sidang Rufinus Hotmaulana disambut ucapan setuju oleh pengurus Hanura di kantor DPP Hanura, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (18/1/2018).
Usai didapuk menjadi ketua Umum Partai Hanura, Marsdya (Purn) Daryatmo mengklaim penunjukan dirinya juga didukung Ketua Dewan Pertimbangan Hanura, Wiranto.
"Tegas sekali sudah secara resmi (merestui) oleh Pak Wiranto," kata dia di Kantor DPP Partai Hanura, Jakarta Timur.
Bahkan, Wiranto disebutkan sempat mengirim pesan WhatsApp melalui salah seorang jajaran pengurusnya. Pernyataan Wiranto itu dibacakan di ajang Munaslub.
Namun begitu, sikap kubu Sudding tersebut dipertanyakan Wakil Ketua Umum Partai Hanura kubu OSO, Gede Pasek Suardika. Dia mengaku aneh karena pesan elektronik lewat aplikasi WhatsApp dijadikan rujukan menyelenggarakan munaslub.
"Ini organisasi resmi, dan WhatsApp itu bukan keputuan dewan pembina. Jadi ini harus jelas," ujar Pasek, Jumat 19 Januari 2018.
Menurut mantan politikus Partai Demokrat ini, pesan WhatsApp tidak tercantum dalam AD/ART Partai Hanura untuk menyelenggarakan munaslub. Dia mengaku tidak habis pikir kubu Suding sampai melakukan hal itu.
"Kalau WhatsApp dijadikan dasar munaslub, bahaya," tegasnya.
Tak hanya itu, OSO juga menilai pagelaran Munaslub yang digelar kubu Sudding tidak memiliki dasar hukum. Sesuai peraturan yang ada, Munaslub harus seizin ketua umumnya, yaitu Oesman Sapta Odang.
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1835789/original/033518600_1516232879-IMG-20180117-WA0012.jpg)
"SK Kemenkumham masih di tangan saya. Oleh sebab itu andai munaslub ingin dilaksanakan harus atas keputusan saya," ucap OSO di kediamannya, daerah Kuningan Jakarta Selatan.
Ia juga mempertanyakan munculnya wacana munaslub tanpa melibatkan dirinya. Menurutnya, munaslub itu dapat dikategorikan sebagai kegiatan gelap. "Jangan dengan cara ilegal. Dari mana ada wacana munaslub? Itu munaslub gelap," tegas dia.
Baca Dong Selanjut nya http://news.liputan6.com/read/3233623/adu-kuat-berebut-pucuk-hanura
Comments
Post a Comment